SUMENEP — Senyum lega akhirnya terpancar di wajah sembilan nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep. Setelah sempat mendekam dalam proses hukum akibat berurusan dengan otoritas Australia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan kepulangan mereka berjalan lancar hingga tiba kembali di kampung halaman.
Rangkaian kepulangan para nelayan ini dimulai saat jajaran Pemkab Sumenep menyambut langsung kedatangan mereka di Bali, Sabtu (24/10/2026). Tak hanya mendampingi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumenep turut hadir menyerahkan santunan lewat program Sumenep Peduli guna meringankan beban mereka.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di sisi para nelayan merupakan kewajiban mutlak. Pemkab berupaya memastikan seluruh warganya mendapatkan perlindungan, pendampingan hukum, hingga fasilitas logistik selepas menghadapi masalah di negeri kangguru.
“Pemerintah daerah berupaya memfasilitasi kepulangan sembilan nelayan mulai dari Bali hingga kembali ke Pulau Raas,” ujar Bupati Achmad Fauzi saat memberikan keterangan kepada Media Center, Sabtu (24/10/2026).
Misi penjemputan ini melibatkan kerja sama lintas instansi yang solid. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, serta BAZNAS bergerak seirama mengoordinasikan akomodasi dan kebutuhan perjalanan para nelayan agar mereka bisa pulang dengan aman.
“Kami berharap seluruh proses perjalanan berjalan lancar, sehingga mereka bisa segera berkumpul kembali bersama keluarga dan melanjutkan aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Sebelum proses pemulangan ini terwujud, penanganan kasus mereka membutuhkan jalan panjang. Pemerintah daerah harus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) serta pihak perwakilan Indonesia di Australia mengingat persoalan tersebut menyangkut hukum antarnegara.
Selain memfasilitasi transportasi, Dinsos P3A dan BAZNAS menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako. Sinergi ini dinilai penting untuk merangkul dan melindungi warga yang menghadapi musibah di luar negeri.
“BAZNAS terlibat sebagai sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial dalam memberikan perlindungan, serta dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang menghadapi permasalahan di luar negeri,” tutur Bupati.
Berdasarkan rencana perjalanan, setibanya di Bali, rombongan nelayan melanjutkan perjalanan darat menuju Pelabuhan Jangkar di Situbondo. Dari sana, mereka menyeberang laut menggunakan kapal menuju rumah masing-masing di Pulau Raas.
Mengakhiri keterangannya, Bupati Achmad Fauzi menitipkan pesan penting bagi seluruh nelayan di Sumenep agar insiden serupa tidak terulang kembali.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat nelayan untuk berhati-hati mengenai batas wilayah perairan, serta ketentuan hukum yang berlaku dalam aktivitas penangkapan ikan, khususnya di wilayah perairan internasional,” pungkasnya. (red*)


