Sumenep, kroscek.net– Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) dr H Moh Anwar Sumenep mengedukasi masyarakat terkait pencegahan serta deteksi dini penyakit kunker.
Edukasi itu kian dilakukan mengingat, saat ini bertepatan pada peringatan Hari Kanker Sedunia yang jatuh setiap 4 Februari.
Kepala Seksi Humas RSUD dr. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Erfin Sukayati mengungkapkan, bahwa dalam kurun dua tahun terakhir sejak 2024, rumah sakit tersebut telah menangani 20.879 pasien kanker.
Angka ini menjadi gambaran nyata bahwa penyakit kanker masih menjadi tantangan besar di sektor kesehatan, termasuk di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Secara nasional, beban kasus kanker juga masih tinggi. Mengacu pada data Kementerian Kesehatan yang dirilis pada akhir 2025, Indonesia mencatat sekitar 400 ribu kasus baru kanker setiap tahun.
Menanggapi situasi tersebut, Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap gaya hidup sehat serta tidak menyepelekan tanda-tanda awal penyakit.
Baca Juga : Zaini Wer Wer Bantah Suteki Penghina Ulama Mengaku Anggota LSM KOMAD
“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari paparan asap rokok, baik aktif maupun pasif, karena mengandung zat karsinogen,” ujar dr. Erliyati, Rabu (4/2).
Ia menambahkan, upaya deteksi dini memegang peran penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus menekan potensi komplikasi akibat kanker.
Selain itu, dr. Erliyati juga menyampaikan pesan penyemangat bagi para pasien maupun penyintas kanker agar tetap memiliki harapan selama menjalani proses pengobatan.
Baca Juga : DPRD Sumenep Soroti Minim Pendaftar Program Sekolah Rakyat, Strategi Sosialisasi Dinilai Kurang Optimal
“Kanker tidak harus ditakuti, tetapi dilawan. Ikhtiar medis harus terus dilakukan, disertai doa dan keyakinan. Tidak ada yang mustahil atas kehendak Allah,” tuturnya.
Melalui peringatan Hari Kanker Sedunia, diharapkan kesadaran masyarakat tidak berhenti pada seremoni tahunan semata, melainkan mampu mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat sekaligus memperkuat langkah pencegahan kanker sejak dini. (*)












